Tempatkan Tuhan Dimana Saja
Hidup..... Hidup itu rasa, rasa pahit dan rasa manis, namun
kedua rasa itulah yang menciptakan suatu perpaduan rasa dalam hidup ini. Tanpa
disadari, hidup itu proses, proses seperti yang dilakukan ulat menjadi
kepompong dan kepompong menjadi kupu-kupu. Hidup itu warna, warna gelap dan
warna cerah, namun kedua warna itulah yang membuat indah sebuah lukisan
kehidupan. Hidup itu tuts piano, tuts putih dan tuts hitam, namun kedua tuts
tersebutlah yang menciptakan suatu keindahan nada kehidupan.
Hmmmmm .. Banyak persepsi tentang hidup .... Persepsi tentang yang buruk dan persepsi tentang yang
baik. Namun, marilah kita camkan ini sejenak :
“Segala sesuatu dalam
kehidupan ini ada waktunya dan indah pada waktunya”.
Saya, bukan saya yang ceria seutuhnya, ada waktunya saya
tersenyum dan tertawa, ada juga waktu
untuk saya menangis, namun apakah tidak mungkin saya dapat menjadi saya yang
ceria lagi ketika saya menangis ?
Sebelum jauh kita memahami kehidupan ini, camkan perkataan
ini dan tanam dalam kehidupan kita agar kita tidak merasa kehidupan kita hanya
kehidupan yang hampa.
“Tempatkan Tuhan di
atasmu sebagai pengawas saat kamu berjalan, tempatkan Tuhan di bawahmu sebagai
jalan saat kamu berjalan, tempatkan Tuhan di depanmu sebagai pemimpin saat kamu
berjalan, tempatkan Tuhan di belakangmu sebagai penjaga saat kamu berjalan dan
tempatkan Tuhan di sampingmu sebagai teman saat kamu berjalan. So.... Tempatkan
Tuhan di berbagai sisi kehidupanmu ini”.
Banyak orang yang merasa kehampaan dalam hidup ini dan tidak
begitu merasakan sentuhan Tuhan dalam hidupnya sehingga mereka memutuskan suatu
hal yang sia-sia dalam kehidupan ini.
Kehidupan kita ini berharga buat Tuhan, maka itu Tuhan tak pernah enggan untuk
masuk ke dalam kehidupan kita sesedih apapun, sesukar apapun, sekelam apapun.
Jangan pernah berpikir bahwa Tuhan hanya menemani kita saat segala sesuatu yang
indah dalam kehidupan ini terjadi, sekali lagi tidaak !! Dia tidak pernah
enggan mengawasimu, menjagamu, memimpinmu bahkan menemanimu !
Bahkan bisa dibilang, Tuhan lah satu-satunya karib yang ada
dan paling setia ketika diri kita dalam kesusahan. Di saat orang lain
mengenyampingkan dirimu, dia ada menjadi yang paling depan menopang bahumu.
Selamat menjalani kehidupan ini dan selamat merasakan Tuhan yang ada dan akan
selalu ada di dalam kehidupanmu :)
Putra Arliandy, 29 Juli 2013
Yoman. Jadi intinya hidup kita itu harus selalu mengandalkan Tuhan
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapus