Postingan

Menampilkan postingan dari 2016

Komunitas = Anugerah Allah yang sering tak disadari

Komunitas? Apakah perlunya komunitas untukku yang dapat jalani semua ini sendiri? Komunitas? Komunitas seperti apa? Tergantung. Jika itu menguntungkanku, it's ok. Komunitas? Dapatkah itu mengangkat derajatku di depan orang lain? Kalau bisa, kenapa tidak? Banyak orang salah kaprah dengan arti komunitas sesungguhnya. Bahkan banyak dari mereka juga lebih memilih berada dalam komunitas yang dapat menjadi topeng bagi dirinya sehingga aku terlihat baik, aku terlihat tidak apa apa. Tidak apa-apa jika harus ikut-ikutan dengan sesuatu yang berbau "dosa kecil", toh cuma kecil dan itulah syarat untuk mendapat pengakuan dari komunitasku. Apakah itu pandanganmu juga terhadap komunitas? Komunitas seperti apa yang sedang kau cari? Jawabannya ada pada dirimu. Tetapi izinkan aku untuk memperkenalkan komunitas menurut definisiku. Masuk di sekolahku adalah hal yang begitu memaksaku beberapa tahun yang lalu. Di saat banyak orang masuk dengan muka cerah dan mungkin hati yang s...

Dapatkah uang menukar Harta itu sendiri?

Matius 26:15 (TB)   Ia berkata: "Apa yang hendak kamu berikan kepadaku, supaya aku menyerahkan Dia kepada kamu?" Mereka membayar tiga puluh uang perak kepadanya. “Aku mengasihimu dengan setia," seringkali janji tersebut yang diucapkan seseorang terhadap orang yang dikasihinya. Namun, kisah Yudas pada perikop ini semakin memberi bukti bahwa tidak ada seorangpun yang dapat benar-benar menjamin kesetiaannya bagi sesama bahkan bagi Tuhan. Siapa sangka seseorang yang terdekat dengan Yesus, bahkan seseorang yang Yesus percaya (mengingat Yudas merupakan bendahara kelompok para murid), malah menjadi seseorang yang mengkhianati Yesus dengan menjual-Nya? Dengan tiga puluh perak, ia menyerahkan Yesus yang selama ini pelayanan-Nya ia ikuti serta yang selama ini ia anggap sebagai seorang Guru. Uang, lebih menarik perhatian Yudas daripada setia kepada Yesus. Yudas lalai menjalani panggilannya sebagai murid. Ia melupakan hal yang paling berharga di dalam hidupnya, yaitu Yesus da...

Penjara Bukan Penghalang

Kejadian 39:20 (TB)  "Lalu Yusuf ditangkap oleh tuannya dan dimasukkan ke dalam penjara, tempat tahanan-tahanan raja dikurung. Demikianlah Yusuf dipenjarakan di sana." Setiap orang pasti tidak mau punya hidup yang terkukung dalam penjara. Sekalipun orang tersebut sudah berbuat kejahatan, ada berbagai cara yang ia lakukan agar tidak berada dalam jeruji besi. Jeruji besi seakan memutuskan harapan seseorang terhadap masa depannya, ia terisolasi ditambah lagi dengan pelabelan masyarakat yang pasti juga mencap jelek orang-orang yang berada di dalamnya. Situasi penjara adalah situasi yang dihindari (kecuali penjara koruptor di masa kini hehe). Jika orang jahat saja berusaha sebisa mungkin untuk melarikan diri dari penjara, apalagi orang yang tak bersalah? Sungguh malang nasibnya, tak berbuat apa-apa namun harus menghadapi situasi itu. Namun, itu yang dialami Yusuf. Setelah ia dituduh meniduri isteri Potifar, Potifar dengan rasa geram dan kecewa menjebloskan Yusuf dalam penjara....

Living Vision Without Compassion?

Matius 9: 35-39 "Melihat orang banyak itu, tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka lelah dan terlantar seperti domba yang tidak bergembala." (Ay. 36) Pelayanan Yesus saat itu sudah menjadi trend center tersendiri. Pengajaran, pemberitaan Injil dan mukjizat yang Ia adakan membuat setiap mata tertuju padaNya dan membuat setiap orang tergerak dengan rasa penasarannya. Sehingga tak aneh apabila banyak orang mengikuti gerak pelayananNya, entah memang kagum atau hanya memastikan apa "buah bibir" yang beredar tentang Yesus benar atau tidak. Namun, orang yang berbondong-bondong ini bukan malah membawa "nilai plus" tersendiri bagi Yesus demi nama baik dan eksistensinya, sebagaimana sebagian besar orang menjadikan kuantitas pengikut sebagai tolak ukur eksistensinya. Injil Matius menggambarkan bahwa yang dirasakan Yesus bukanlah kesenangan karena diikuti oleh orang banyak, melainkan rasa belas kasihan. (ay. 36) Ia menggambarkan o...

Kekuatan Sebuah Doa

Doa adalah proses berkesinambungan. Ya, doa tak bisa hanya sekedar dijadikan "mantra" yang dipakai dalam hal-hal terdesak. Doa harus dihidupi sehingga kehidupan kita adalah kehidupan yang menghidupi doa yang hidup. Doa melibatkan berbagai macam proses. Lewat doa, kamu dibentuk untuk menjadi seperti yang Allah rindukan. Lewat doa, kehendakmu dibentuk untuk menjadi sama seperti kehendakNya. Tidak semua doa bisa menjadi jalan keluar tetapi setidaknya doa memberikanmu perspektif baru untuk melihat sebuah masalah. Perspektif yang dari pada Allah. Doa memberi kekuatan di tengah kehidupan yang kamu jalani. Yakini dan terimalah, Dia punya banyak macam cara untuk menjawab sebuah doa. Mungkin itu menyenangkan karena sesuai dengan harapan kita, namun mungkin juga itu menyakitkan karena membuat kita harus berputar arah dari ekspetasi kita. Doa perlu diperjuangkan karena terkadang ada situasi dimana kita merasa "sedang tidak fokus untuk berdoa". Namun, ketika kita me...