Postingan

Kembalilah pada Kasihmu yang Semula! (Sebuah Penafsiran atas Wahyu 2:1-7)

Di tengah situasi umat yang saling "mendosa-dosakan" orang lain dalam lingkup berbangsa dan bernegara, penggalian akan Wahyu 2:1-7 memberikan teguran serta peringatan kepada kita bahwa cinta kasih vertikal tidak pernah dapat dipisahkan dengan cinta kasih horizontal. Adalah sebuah kebohongan jika seseorang berkata semakin mencintai Allah, tetapi semakin membuat tembok pemisah dengan sesamanya. Oleh karena salib Kristus telah membongkar tabir pemisah antar sesama manusia sehingga tidak ada lagi yang dapat menghalangi cinta kasih dibagikan, termasuk perbedaan pengajaran sekalipun.   - Putra Arliandy, 14 Juni 2018    

Gereja dan Pelayananya, Sebuah Tarian yang Terbelenggu

Bak sebuah tarian, gereja pun seharusnya mengundang orang-orang di dalamnya untuk berdansa bersama dengan leluasa karena sukacita atas keselamatan yang dari pada-Nya. Namun nyatanya, apa yang terjadi? Gereja membebani dirinya sendiri dengan berbagai sistem, aturan, dan program yang membuat gereja itu sendiri hanya bisa bergerak kaku ke kiri dan ke kanan, tanpa keluwesan. Semboyan ecclesia reformata semper reformanda  memanggil gereja untuk terus membaharu diri lewat keteladanan yang Yesus hadirkan dalam masa pelayanan-Nya. Sehingga, gereja akhirnya diutus untuk berseru kepada dunia: "menarilah!" - Putra Arliandy, 10 Desember 2017

A Good Theolog(y)

Istilah teologi yang berarti kata ( logos ) tentang Allah ( theos ) menunjukkan bahwa siapapun yang berbicara tentang Allah sedang terlibat dalam berteologi. Kata siapapun di sini menunjukkan bahwa teologi tidak mengenal latar belakang akademis karena secara sadar ataupun tidak, setiap kita terus mencoba untuk mencari pemahaman tentang Allah dan eksistensi-Nya sepanjang kehidupan kita. Pencarian ini terjadi karena hasrat terdalam manusia adalah mengenal dan mengasihi Penciptanya. Sebagaimana yang dikatakan oleh Agustinus dari Hippo dalam doanya : Engkau mengerakkan hati kami untuk bersuka dalam puji-pujian kami kepada-Mu dan hati kami gelisah senantiasa sampai kami menemukan ketenteraman di dalam Dikau. Namun sejak awal, visi manusia untuk mengenal dan mengasihi Pencipta rusak karena dosa. Dosa mencoba untuk mengaburkan pandangan kita kepada Allah sehingga yang seringkali terjadi kita membuat ilah-ilah yang lahir dari Allah yang kita bangun menurut citra kita. Kita cenderung m...

Haruskah Salib?

🎶 "Mengapa Yesus turun dari sorga,  masuk dunia g’lap penuh cela; berdoa dan bergumul dalam taman,  cawan pahit pun dit’rimaNya? Mengapa Yesus menderita, didera,  dan mahkota duri pun dipakaiNya?..." 🎶 Mengapa, mengapa, mengapa. Dunia ini tak pernah berhenti bertanya mengapa Yesus yang katanya adalah Allah Yang Mahakuasa harus turun ke dunia dan memilih salib. Jelas, karena hal ini adalah hal yang tidak masuk akal sehingga kata tanya "mengapa" jadi kata tanya yang paling tepat untuk mempertanyakan maksud dan tujuan salib itu sendiri. Banyak manusia mempertanyakan : Bukankah kemahakuasaan Yesus sebagai Allah sudah cukup menunjukkan bahwa sebetulnya Ia tidak perlu mengambil cara salib hanya untuk menghapus dosa umat manusia? Tetapi, mengapa Yesus malah tidak memanfaatkan kemahakuasaanNya itu? Apakah justru sebaliknya, salib membuktikan bahwa Yesus tidak cukup Mahakuasa karena tidak menyatakan pendamaian dengan cara yang jauh lebih mudah? Jika benar demi...

KEMBALILAH PADA KASIHMU YANG SEMULA!

Wahyu 2:4-5 (TB) 4 Namun demikian Aku mencela engkau, karena engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula. 5 Sebab itu ingatlah betapa dalamnya engkau telah jatuh! Bertobatlah dan lakukanlah lagi apa yang semula engkau lakukan. Jika tidak demikian, Aku akan datang kepadamu dan Aku akan mengambil kaki dianmu dari tempatnya, jikalau engkau tidak bertobat. Masih ingatkah kamu ketika pertama kali mendengar bahwa Yesus mengasihimu? Mungkin di gereja, mungkin di Rohkris saat PIPA ataupun KKR, mungkin juga pada momen tertentu? Bagaimana perasaanmu? Adakah sukacita? Adakah kamu merasa sangat dikasihi karena menerima kasih Yesus yang sesungguhnya tidak pantas kamu dapatkan? 🎶 Adalah sukacita di hatiku, di hatiku, di hatiku. Aku bersyukur, bersukacita kasih Tuhan tinggal di dalamku 🎶 Mungkin lagu di atas dapat menggambarkan betapa sukacitanya kita sehingga sukacita tersebut menghantar kita untuk tidak ragu mengatakan "oke, aku mau mengasihimu Tuhan lebih lagi", "ok...

Komunitas = Anugerah Allah yang sering tak disadari

Komunitas? Apakah perlunya komunitas untukku yang dapat jalani semua ini sendiri? Komunitas? Komunitas seperti apa? Tergantung. Jika itu menguntungkanku, it's ok. Komunitas? Dapatkah itu mengangkat derajatku di depan orang lain? Kalau bisa, kenapa tidak? Banyak orang salah kaprah dengan arti komunitas sesungguhnya. Bahkan banyak dari mereka juga lebih memilih berada dalam komunitas yang dapat menjadi topeng bagi dirinya sehingga aku terlihat baik, aku terlihat tidak apa apa. Tidak apa-apa jika harus ikut-ikutan dengan sesuatu yang berbau "dosa kecil", toh cuma kecil dan itulah syarat untuk mendapat pengakuan dari komunitasku. Apakah itu pandanganmu juga terhadap komunitas? Komunitas seperti apa yang sedang kau cari? Jawabannya ada pada dirimu. Tetapi izinkan aku untuk memperkenalkan komunitas menurut definisiku. Masuk di sekolahku adalah hal yang begitu memaksaku beberapa tahun yang lalu. Di saat banyak orang masuk dengan muka cerah dan mungkin hati yang s...

Dapatkah uang menukar Harta itu sendiri?

Matius 26:15 (TB)   Ia berkata: "Apa yang hendak kamu berikan kepadaku, supaya aku menyerahkan Dia kepada kamu?" Mereka membayar tiga puluh uang perak kepadanya. “Aku mengasihimu dengan setia," seringkali janji tersebut yang diucapkan seseorang terhadap orang yang dikasihinya. Namun, kisah Yudas pada perikop ini semakin memberi bukti bahwa tidak ada seorangpun yang dapat benar-benar menjamin kesetiaannya bagi sesama bahkan bagi Tuhan. Siapa sangka seseorang yang terdekat dengan Yesus, bahkan seseorang yang Yesus percaya (mengingat Yudas merupakan bendahara kelompok para murid), malah menjadi seseorang yang mengkhianati Yesus dengan menjual-Nya? Dengan tiga puluh perak, ia menyerahkan Yesus yang selama ini pelayanan-Nya ia ikuti serta yang selama ini ia anggap sebagai seorang Guru. Uang, lebih menarik perhatian Yudas daripada setia kepada Yesus. Yudas lalai menjalani panggilannya sebagai murid. Ia melupakan hal yang paling berharga di dalam hidupnya, yaitu Yesus da...